Lovebird Biola

26 November 2018 - Kategori Blog

Nama Lovebird Biola tidak memiliki kaitan apa pun dengan alat musik biola. Seperti Lovebird yang lain, burung ini dipelihara sebagai pajangan karena warnanya yang cantik, ditangkarkan untuk mendapatkan keturunan, dan dipersiapkan untuk lomba dari suaranya.

Daya tarik burung ini ada pada warna-warnanya yang cerah dan harga yang mahal. Warna-warna menarik ini yang menyebabkan Lovebird Biola banyak diternak oleh penggemar Lovebird untuk mendapatkan keturunan dengan warna sama.

Apabila dilatih, Lovebird Biola bisa mengeluarkan bunyi ngekek panjang yang nyaring. Selain itu, ada pula jenis Lovebird Biola yang mempunyai suara ngerol panjang. Lovebird Biola dikategorikan ke dalam beberapa kategori untuk menaksir harganya. Mulai dari grade A, B, hingga C. Grade dinilai dari kualitas wananya untuk menentukan harga paling sesuai.

Dari segi harganya, Lovebird Biola termasuk jenis Lovebird yang paling mahal. Umumnya kualitas burung tersebut dinilai dari usia dan warna bulunya. Sebagai contoh, burung dengan usia 4 bulan berkualitas A bisa dihargai mulai Rp 11 juta per ekor.
Lovebird Biola mudah dikenali dari warna bulu pada bagian kepalanya yang berwarna merah cerah dan pekat, oleh karena itu burung ini digolongkan dalam jenis sable.

Ciri-ciri berikutnya yaitu warna bulu tubuh hijau lembut. Warna hijaunya terlihat berbeda dengan jenis Lovebird lainnya. Ada juga Lovebird Biola yang mempunyai warna hijau dengan sedikit kekuningan.

Ciri yang terakhir, Lovebird Biola bisa mempunyai bunyi ngekek panjang, tergantung perawatan dan pemasteran dari indukannya. Warna hijau Opaline lebih cerah dari warna Lovebird yang lain. Bagian antara punggung dan ekor juga tidak berwarna biru, melainkan hijau terang seperti warna pada bagian badan.

Lovebird Biola yang masih muda, bagian belakang kepalanya berwarna kuning. Semakin membesar, warnanya akan menjadi merah cerah pekat.

 
Chat via Whatsapp